Topics
Countries
Indonesia News
Would you like to access news/blog content published by sources located in Indonesia?
Code example
If you'd like to make a REST call, then make a following POST request:
Endpoint /api/v1/article/getArticles
Request body
{
"sourceLocationUri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Indonesia",
"resultType": "articles",
"apiKey": "API_KEY"
}
If you'd like instead to do a GET request then call:
/api/v1/article/getArticles?sourceLocationUri=http%3A%2F%2Fen.wikipedia.org%2Fwiki%2FIndonesia&resultType=articles&apiKey=API_KEY
Example of JSON response
Below is an example JSON object that you would receive as the result of the request. You can retrieve also additional properties such as concepts, categories, source details, etc. by specifying additional parameters in the request as described on the documentation page.
{
"articles": {
"results": [
{
"uri": "9363876652",
"lang": "ind",
"isDuplicate": false,
"date": "2026-06-19",
"time": "11:26:08",
"dateTime": "2026-06-19T11:26:08Z",
"dateTimePub": "2026-06-19T11:24:10Z",
"dataType": "news",
"sim": 0,
"url": "https://www.liputan6.com/bola/read/7893798/ekuador-vs-curacao-bangkit-dan-menjaga-asa",
"title": "Ekuador vs Curacao: Bangkit dan Menjaga Asa",
"body": "Liputan6.com, Jakarta - Laga Ekuador vs Curacao akan menjadi salah satu pertandingan penting pada matchday kedua Grup E Piala Dunia 2026. Duel tersebut dijadwalkan berlangsung di Kansas City Stadium pada Minggu, 21 Juni 2026 pukul 07.00 WIB.\n\nEkuador datang ke pertandingan ini dengan tekanan besar setelah menelan kekalahan pertama dalam dua tahun terakhir. Hasil negatif lawan Pantai Gading membuat peluang mereka untuk lolos ke babak berikutnya tidak boleh kembali terganggu.\n\nDi atas kertas, La Tri lebih diunggulkan dibanding Curacao yang menjalani debut di putaran final Piala Dunia. Namun, tim asal Karibia itu telah menunjukkan bahwa mereka mampu memberikan perlawanan kepada lawan yang lebih kuat.",
"source": {
"uri": "liputan6.com",
"dataType": "news",
"title": "Liputan 6"
},
"authors": [
{
"uri": "gia_yuda_pradana@liputan6.com",
"name": "Gia Yuda Pradana",
"type": "author",
"isAgency": false
}
],
"concepts": [
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Ecuador",
"type": "loc",
"score": 5,
"label": {
"eng": "Ecuador"
},
"location": {
"type": "country",
"label": {
"eng": "Ecuador"
}
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Curaçao",
"type": "loc",
"score": 5,
"label": {
"eng": "Curaçao"
},
"location": {
"type": "country",
"label": {
"eng": "Curaçao"
}
}
},
{
"uri": "http://id.wikipedia.org/wiki/Liputan6.com",
"type": "wiki",
"score": 3,
"label": {
"eng": "Liputan6.com"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Jakarta",
"type": "loc",
"score": 3,
"label": {
"eng": "Jakarta"
},
"location": {
"type": "place",
"label": {
"eng": "Jakarta"
},
"country": {
"type": "country",
"label": {
"eng": "Indonesia"
}
}
}
},
{
"uri": "http://id.wikipedia.org/wiki/Waktu_Indonesia_Barat",
"type": "wiki",
"score": 2,
"label": {
"eng": "Waktu Indonesia Barat"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/FIFA_World_Cup",
"type": "wiki",
"score": 2,
"label": {
"eng": "FIFA World Cup"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Kansas",
"type": "loc",
"score": 2,
"label": {
"eng": "Kansas"
},
"location": {
"type": "place",
"label": {
"eng": "Kansas"
},
"country": {
"type": "country",
"label": {
"eng": "United States"
}
}
}
},
{
"uri": "http://id.wikipedia.org/wiki/Kepulauan_Karibia",
"type": "loc",
"score": 1,
"label": {
"eng": "Kepulauan Karibia"
},
"location": null
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Ivory_Coast",
"type": "loc",
"score": 1,
"label": {
"eng": "Ivory Coast"
},
"location": {
"type": "country",
"label": {
"eng": "Ivory Coast"
}
}
}
],
"categories": [
{
"uri": "news/Business",
"label": "news/Business",
"wgt": 56
},
{
"uri": "iptc/economy,_business_and_finance/products_and_services",
"label": "iptc/economy, business and finance/products and services",
"wgt": 63
},
{
"uri": "iptc/sport",
"label": "iptc/sport",
"wgt": 98
}
],
"image": "https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/7TzRH1QjsZtoZOSlJuLclhUb3c0=/1200x675/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8259148/original/073901100_1781485988-diallo.jpg",
"eventUri": null,
"sentiment": null,
"wgt": 519564368,
"relevance": 1
},
{
"uri": "9363876316",
"lang": "ind",
"isDuplicate": false,
"date": "2026-06-19",
"time": "11:25:48",
"dateTime": "2026-06-19T11:25:48Z",
"dateTimePub": "2026-06-19T11:22:00Z",
"dataType": "news",
"sim": 0,
"url": "https://mediaindonesia.com/politik-dan-hukum/902272/ini-tujuan-kpk-geledah-kantor-imigrasi-bali",
"title": "Ini Tujuan KPK Geledah Kantor Imigrasi Bali",
"body": "PENYIDIK Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah Kantor Imigrasi Kelas I Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Denpasar, Bali, Jumat (19/6). Juru Bicara KPK Budi Prasetyo saat dikonfirmasi dari Denpasar, Jumat sore, membenarkan penggeledahan yang dilakukan penyidik sejak siang hari tersebut.\n\n\"Benar, hari ini penyidik melakukan penggeledahan di Kantor Imigrasi Denpasar,\" katanya.\n\nMenurut Budi, penggeledahan itu merupakan tindak lanjut penyidikan kasus dugaan pemerasan terhadap warga negara asing (WNA) dalam pengurusan dokumen keimigrasian berupa Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) dan Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP).\n\n\"Penggeledahan dilakukan dalam lanjutan penyidikan perkara dugaan tindak pidana pemerasan terkait pengurusan dokumen keimigrasian bagi WNA,\" ujarnya.\n\nSaat ditanya mengenai barang bukti maupun pihak yang diperiksa penyidik, Budi mengatakan proses penggeledahan masih berlangsung. \"Kegiatan geledah masih berlangsung. Kami akan menginformasikan perkembangan selanjutnya,\" katanya.\n\nSebelumnya, pada 2-3 Juni 2026, penyidik KPK menggelar operasi tangkap tangan (OTT) terhadap sejumlah pihak terkait dugaan korupsi dalam pengurusan izin tinggal warga negara asing.\n\nDalam operasi tersebut, KPK menangkap 17 orang yang terdiri atas delapan penyelenggara negara atau aparatur sipil negara (ASN) dan sembilan pihak swasta yang diduga berperan sebagai perantara pengurusan dokumen keimigrasian.\n\nPada 4 Juni 2026, KPK menetapkan delapan orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemerasan terkait pengurusan izin tinggal WNA selama periode 2022-2026 di lingkungan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia yang kemudian beralih ke Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Para tersangka diduga memperoleh keuntungan sebesar Rp145,5 miliar dari praktik tersebut.\n\nDelapan tersangka itu antara lain Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim yang pernah menjabat Direktur Jenderal Imigrasi periode 2023-2024, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Imigrasi periode 2024-2025 Saffar Muhammad Godam, Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Jawa Barat Jaya Saputra yang sempat menjabat Direktur Izin Tinggal dan Status Keimigrasian periode 2024-2025, serta Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non-TPI Jakarta Barat Ronald Arman Abdullah.\n\nTersangka lainnya yakni Kepala Subdirektorat pada Direktorat Izin Tinggal dan Status Keimigrasian Tessar Bayu Setyaji dan Bagus Bramantyo, Ketua Tim Alih Status Izin Tinggal Terbatas (ITAS) Juniadi Sri Priambudi, serta Staf Subdirektorat Izin Tinggal Gusti Benardiansyah. (Ant/P-3)",
"source": {
"uri": "mediaindonesia.com",
"dataType": "news",
"title": "Media Indonesia - News & Views - "
},
"authors": [
{
"uri": "cahya_mulyana@mediaindonesia.com",
"name": "Cahya Mulyana",
"type": "author",
"isAgency": false
}
],
"concepts": [
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/KPK",
"type": "wiki",
"score": 5,
"label": {
"eng": "KPK"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Immigration",
"type": "wiki",
"score": 5,
"label": {
"eng": "Immigration"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Denpasar",
"type": "loc",
"score": 5,
"label": {
"eng": "Denpasar"
},
"location": {
"type": "place",
"label": {
"eng": "Denpasar"
},
"country": {
"type": "country",
"label": {
"eng": "Indonesia"
}
}
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/MNCTV",
"type": "org",
"score": 3,
"label": {
"eng": "MNCTV"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Corruption_Eradication_Commission",
"type": "wiki",
"score": 3,
"label": {
"eng": "Corruption Eradication Commission"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Citizenship",
"type": "wiki",
"score": 3,
"label": {
"eng": "Citizenship"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Bali",
"type": "loc",
"score": 3,
"label": {
"eng": "Bali"
},
"location": {
"type": "place",
"label": {
"eng": "Bali"
},
"country": {
"type": "country",
"label": {
"eng": "Indonesia"
}
}
}
},
{
"uri": "http://id.wikipedia.org/wiki/Aparatur_Sipil_Negara",
"type": "wiki",
"score": 2,
"label": {
"eng": "Aparatur Sipil Negara"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Private_sector",
"type": "wiki",
"score": 2,
"label": {
"eng": "Private sector"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Corruption",
"type": "wiki",
"score": 2,
"label": {
"eng": "Corruption"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Crime",
"type": "wiki",
"score": 2,
"label": {
"eng": "Crime"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Suspect",
"type": "wiki",
"score": 2,
"label": {
"eng": "Suspect"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Chairperson",
"type": "wiki",
"score": 1,
"label": {
"eng": "Chairperson"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Biophysical_environment",
"type": "wiki",
"score": 1,
"label": {
"eng": "Biophysical environment"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Ministry_of_Law_and_Human_Rights_(Indonesia)",
"type": "wiki",
"score": 1,
"label": {
"eng": "Ministry of Law and Human Rights (Indonesia)"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Territory",
"type": "wiki",
"score": 1,
"label": {
"eng": "Territory"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Muhammad",
"type": "person",
"score": 1,
"label": {
"eng": "Muhammad"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/West_Jakarta",
"type": "loc",
"score": 1,
"label": {
"eng": "West Jakarta"
},
"location": {
"type": "place",
"label": {
"eng": "West Jakarta"
},
"country": {
"type": "country",
"label": {
"eng": "Indonesia"
}
}
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/West_Java",
"type": "loc",
"score": 1,
"label": {
"eng": "West Java"
},
"location": {
"type": "place",
"label": {
"eng": "West Java"
},
"country": {
"type": "country",
"label": {
"eng": "Indonesia"
}
}
}
}
],
"categories": [
{
"uri": "news/Politics",
"label": "news/Politics",
"wgt": 63
},
{
"uri": "iptc/crime,_law_and_justice",
"label": "iptc/crime, law and justice",
"wgt": 71
}
],
"image": "https://asset.mediaindonesia.com/news/2026/06/19/1781868151_81d5d9bad9cae89acd9a.png",
"eventUri": null,
"sentiment": null,
"wgt": 519564348,
"relevance": 1
},
{
"uri": "9363876366",
"lang": "ind",
"isDuplicate": false,
"date": "2026-06-19",
"time": "11:25:44",
"dateTime": "2026-06-19T11:25:44Z",
"dateTimePub": "2026-06-19T11:22:19Z",
"dataType": "news",
"sim": 0.6039215922355652,
"url": "https://nasional.sindonews.com/read/1719407/13/polda-metro-barang-bukti-kasus-roy-suryo-sudah-diuji-lab-oleh-lembaga-tersertifikasi-1781867205",
"title": "Polda Metro: Barang Bukti Kasus Roy Suryo Sudah Diuji Lab oleh Lembaga Tersertifikasi",
"body": "JAKARTA - Polda Metro Jaya memastikan bahwa sudah melakukan uji laboratorium terhadap barang bukti dokumen dan digital kasus dugaan fitnah ijazah palsu Joko Widodo (Jokowi) untuk tersangka Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa.\n\n\"Kemudian, kami juga telah melakukan pengujian laboratorium terhadap barang bukti dokumen dan barang bukti digital yang diperoleh selama proses penyidikan,\" kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin, Jumat (19/6/2026).\n\nAdapun pengujian terhadap dokumen maupun barang bukti digital meliputi kertas, tinta, tanda tangan, emboss, watermark, hingga font.\n\nBaca juga: Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap, Polda Metro Jaya: Berkas Perkara Lengkap\n\n\"Hal ini dilakukan dengan beberapa pembanding yang diterbitkan oleh fakultas yang sama pada waktu dan tahun yang sama. Seluruh petugas uji dan alat uji yang digunakan telah tersertifikasi dan terkalibrasi oleh lembaga sertifikasi serta lembaga kalibrasi baik nasional maupun internasional,\" ujar Iman.\n\nIman menjelaskan, penangkapan dilakukan terkait dengan dinyatakannya berkas perkara lengkap oleh pihak Kejaksaan.\n\n\"Pengamanan terhadap para tsk saudara RS dan saudari TF sebahai bagian rangkaian proses untuk laksanakan penyerahan atau pelompahan tsk dan barbuk dari penyidik kepada JPU kejaksaan tinggi DKI. Sehubungan dengan berkas perkara dinyatakan lengkap atau P21,\" ujar Iman.",
"source": {
"uri": "nasional.sindonews.com",
"dataType": "news",
"title": "SINDOnews"
},
"authors": [
{
"uri": "puteranegara_batubara@nasional.sindonews.com",
"name": "Puteranegara Batubara",
"type": "author",
"isAgency": false
}
],
"concepts": [
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Roy_Suryo",
"type": "person",
"score": 5,
"label": {
"eng": "Roy Suryo"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Jakarta_Regional_Metropolitan_Police",
"type": "wiki",
"score": 5,
"label": {
"eng": "Jakarta Regional Metropolitan Police"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Digital_data",
"type": "wiki",
"score": 5,
"label": {
"eng": "Digital data"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Joko_Widodo",
"type": "person",
"score": 4,
"label": {
"eng": "Joko Widodo"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Laboratory",
"type": "wiki",
"score": 4,
"label": {
"eng": "Laboratory"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Metro_(city)",
"type": "loc",
"score": 3,
"label": {
"eng": "Metro (city)"
},
"location": null
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Physician",
"type": "wiki",
"score": 3,
"label": {
"eng": "Physician"
}
},
{
"uri": "http://id.wikipedia.org/wiki/Komisaris_Besar_Polisi",
"type": "wiki",
"score": 2,
"label": {
"eng": "Komisaris Besar Polisi"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Paper",
"type": "wiki",
"score": 2,
"label": {
"eng": "Paper"
}
},
{
"uri": "http://id.wikipedia.org/wiki/Kejaksaan_Republik_Indonesia",
"type": "wiki",
"score": 1,
"label": {
"eng": "Kejaksaan Republik Indonesia"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Faculty_(division)",
"type": "wiki",
"score": 1,
"label": {
"eng": "Faculty (division)"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Republika_Srpska",
"type": "loc",
"score": 1,
"label": {
"eng": "Republika Srpska"
},
"location": {
"type": "place",
"label": {
"eng": "Republika Srpska"
},
"country": {
"type": "country",
"label": {
"eng": "Bosnia and Herzegovina"
}
}
}
}
],
"categories": [
{
"uri": "news/Politics",
"label": "news/Politics",
"wgt": 85
},
{
"uri": "iptc/crime,_law_and_justice",
"label": "iptc/crime, law and justice",
"wgt": 92
}
],
"image": "https://pict.sindonews.com/dyn/850/pena/news/2026/06/19/13/1719407/polda-metro-barang-bukti-kasus-roy-suryo-sudah-diuji-lab-oleh-lembaga-tersertifikasi-yyv.jpg",
"eventUri": "ind-1186723",
"sentiment": null,
"wgt": 519564344,
"relevance": 1
},
{
"uri": "9363876012",
"lang": "ind",
"isDuplicate": false,
"date": "2026-06-19",
"time": "11:25:27",
"dateTime": "2026-06-19T11:25:27Z",
"dateTimePub": "2026-06-19T11:25:04Z",
"dataType": "news",
"sim": 0,
"url": "https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260619113244-37-744020/pulau-jepang-geser-ilmuwan-kaget-tiba-tiba-bergerak-ke-arah-timur",
"title": "Pulau Jepang Geser, Ilmuwan Kaget Tiba-Tiba Bergerak ke Arah Timur",
"body": "Jakarta, CNBC Indonesia - Peristiwa gempa bumi berkekuatan 9,0 skala Richter yang melanda lepas pantai Jepang pada tahun 2011 ternyata menyimpan rahasia ilmiah yang baru terungkap. Saking dahsyatnya gempa, beberapa wilayah Jepang sampai bergeser.\n\nGelombang seismik yang dihasilkan dari bencana dahsyat itu tidak hanya merambat di permukaan atau lapisan atas bumi, tetapi menembus hingga kedalaman 2.900 kilometer, tepat di batas antara lapisan mantel dan inti luar bumi yang berwujud cair, lalu memantul kembali ke permukaan dan diduga kuat menggeser sebagian wilayah Jepang.\n\nTemuan ini diungkap dalam analisis data terbaru yang dipimpin oleh ahli seismologi Sunyoung Park dari Universitas Chicago, dan telah dipublikasikan dalam jurnal Science. Para peneliti menyoroti sinyal seismik bernama ScS, gelombang geser yang bergerak ke bawah, memantul di batas inti-mantel, lalu kembali ke permukaan.\n\nPada kasus gempa Tōhoku 2011, sinyal ini sangat jelas dan besar hingga bisa terdeteksi bahkan di wilayah China, serta terekam dengan baik oleh jaringan pengamatan bumi GNSS milik Jepang yang bernama GEONET.\n\nData yang paling mengagetkan ilmuwan data pengamatan GPS yang menunjukkan sejumlah titik di Jepang bergeser ke arah timur sejauh 5 hingga 6 milimeter. Awalnya, pergeseran ini dianggap sebagai kesalahan pemrosesan data. Namun, setelah peneliti melakukan pengecekan ulang dan mengoreksi berbagai kemungkinan kesalahan, pergeseran itu tetap tercatat nyata dan bersifat permanen.\n\nFenomena ini juga tidak bisa dijelaskan oleh faktor lain seperti longsoran bawah laut atau pergerakan utama lempeng saat gempa terjadi.\n\nPergeseran itu terjadi tepat saat gelombang ScS yang memantul dari batas inti bumi kembali sampai ke wilayah Jepang. Melalui pemodelan ilmiah, tim peneliti menemukan bahwa gelombang yang kembali ini memicu pergerakan kecil di antarmuka dua lempeng tektonik, yaitu Lempeng Pasifik yang meluncur ke bawah lempeng yang menopang bagian utara Jepang.\n\nPergerakan ini bukan berupa retakan besar, melainkan pergeseran halus yang terjadi di wilayah yang sangat luas, dengan jarak pergeseran hanya beberapa milimeter hingga centimeter saja.\n\nSecara sederhana, mekanismenya mirip saat dua permukaan kasar saling ditekan bersudut. Gaya gesek menahan pergerakan sampai gaya yang bekerja cukup kuat untuk mengatasinya, lalu keduanya bergerak tiba-tiba. Dalam skala besar, itulah yang terjadi saat gempa besar, sedangkan dalam kasus ini, gelombang yang kembali berfungsi seperti dorongan halus pada patahan yang sudah berada di bawah tekanan tinggi akibat gempa utama.\n\nMeskipun lebih lemah dibandingkan guncangan awal gempa, gelombang ScS tiba secara serentak di hampir seluruh wilayah Jepang. Dorongan yang terjadi bersamaan ini cukup untuk memicu pergerakan kecil di batas lempeng yang sudah tertekan. Secara total, energi yang dilepaskan dari pergerakan kecil ini setara dengan gempa berkekuatan 7,5 skala Richter, tetapi energi itu tersebar di wilayah yang sangat luas sehingga tidak menyebabkan guncangan tambahan yang parah.\n\nJika interpretasi ini benar, ini adalah contoh pertama pergerakan patahan dipicu oleh gelombang seismik yang memantul dari batas inti dan mantel bumi. Temuan ini membuka wawasan baru tentang kompleksitas bencana gempa bumi yang selama ini mungkin terabaikan.\n\nPara peneliti menekankan bahwa hasil ini mengingatkan pentingnya mempertimbangkan bahaya seismik yang sebelumnya tidak dikenali. Wilayah pusat gempa dan sekitarnya masih berisiko mengalami pengaktifan kembali pergerakan tanah, bahkan puluhan menit setelah gempa utama terjadi.\n\nPengamatan lebih lanjut terhadap gempa-gempa besar lainnya diperlukan untuk mengonfirmasi temuan ini, sekaligus menyempurnakan pemahaman tentang bagaimana kekuatan alam bekerja jauh di dalam perut bumi.",
"source": {
"uri": "cnbcindonesia.com",
"dataType": "news",
"title": "CNBCindonesia"
},
"authors": [],
"concepts": [
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Wave",
"type": "wiki",
"score": 5,
"label": {
"eng": "Wave"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Earthquake",
"type": "wiki",
"score": 5,
"label": {
"eng": "Earthquake"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Earth",
"type": "wiki",
"score": 5,
"label": {
"eng": "Earth"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Japan",
"type": "loc",
"score": 5,
"label": {
"eng": "Japan"
},
"location": {
"type": "country",
"label": {
"eng": "Japan"
}
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Scientist",
"type": "wiki",
"score": 4,
"label": {
"eng": "Scientist"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Research",
"type": "wiki",
"score": 4,
"label": {
"eng": "Research"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Seismology",
"type": "wiki",
"score": 4,
"label": {
"eng": "Seismology"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Earth's_mantle",
"type": "wiki",
"score": 3,
"label": {
"eng": "Earth's mantle"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Earth's_outer_core",
"type": "wiki",
"score": 3,
"label": {
"eng": "Earth's outer core"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Seismic_wave",
"type": "wiki",
"score": 3,
"label": {
"eng": "Seismic wave"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Japanese_archipelago",
"type": "wiki",
"score": 3,
"label": {
"eng": "Japanese archipelago"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Indonesian_language",
"type": "wiki",
"score": 3,
"label": {
"eng": "Indonesian language"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Millimetre",
"type": "wiki",
"score": 3,
"label": {
"eng": "Millimetre"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Richter_magnitude_scale",
"type": "wiki",
"score": 3,
"label": {
"eng": "Richter magnitude scale"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Beach",
"type": "wiki",
"score": 3,
"label": {
"eng": "Beach"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/CNBC",
"type": "org",
"score": 3,
"label": {
"eng": "CNBC"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Liquid",
"type": "wiki",
"score": 3,
"label": {
"eng": "Liquid"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Chicago",
"type": "loc",
"score": 3,
"label": {
"eng": "Chicago"
},
"location": {
"type": "place",
"label": {
"eng": "Chicago"
},
"country": {
"type": "country",
"label": {
"eng": "United States"
}
}
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Jakarta",
"type": "loc",
"score": 3,
"label": {
"eng": "Jakarta"
},
"location": {
"type": "place",
"label": {
"eng": "Jakarta"
},
"country": {
"type": "country",
"label": {
"eng": "Indonesia"
}
}
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Pacific_Plate",
"type": "wiki",
"score": 2,
"label": {
"eng": "Pacific Plate"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Plate_tectonics",
"type": "wiki",
"score": 2,
"label": {
"eng": "Plate tectonics"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Global_Positioning_System",
"type": "wiki",
"score": 2,
"label": {
"eng": "Global Positioning System"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Tissue_(biology)",
"type": "wiki",
"score": 2,
"label": {
"eng": "Tissue (biology)"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/China",
"type": "loc",
"score": 2,
"label": {
"eng": "China"
},
"location": {
"type": "country",
"label": {
"eng": "China"
}
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Fault_(geology)",
"type": "wiki",
"score": 1,
"label": {
"eng": "Fault (geology)"
}
}
],
"categories": [
{
"uri": "news/Environment",
"label": "news/Environment",
"wgt": 71
},
{
"uri": "iptc/environment",
"label": "iptc/environment",
"wgt": 84
},
{
"uri": "iptc/science_and_technology/natural_science",
"label": "iptc/science and technology/natural science",
"wgt": 87
},
{
"uri": "iptc/disaster,_accident_and_emergency_incident/disaster/natural_disaster/earthquake",
"label": "iptc/disaster, accident and emergency incident/disaster/natural disaster/earthquake",
"wgt": 100
}
],
"image": "https://awsimages.detik.net.id/visual/2025/12/12/jepang-mencabut-peringatan-tsunami-beberapa-jam-setelah-gempa-bumi-mengguncang-wilayah-timur-laut-negara-itu-pada-jumat-121220-1765521640989_169.png?w=650&q=90",
"eventUri": null,
"sentiment": null,
"wgt": 519564327,
"relevance": 1
},
{
"uri": "9363875831",
"lang": "ind",
"isDuplicate": false,
"date": "2026-06-19",
"time": "11:25:19",
"dateTime": "2026-06-19T11:25:19Z",
"dateTimePub": "2026-06-19T11:23:25Z",
"dataType": "news",
"sim": 0,
"url": "https://industri.kontan.co.id/news/selat-hormuz-dibuka-industri-tekstil-prediksi-harga-bahan-baku-normal-dalam-6-bulan",
"title": "Selat Hormuz Dibuka, Industri Tekstil Prediksi Harga Bahan Baku Normal dalam 6 Bulan",
"body": "ILUSTRASI. Pembukaan Selat Hormuz tak langsung redakan tekanan biaya. Rupiah lemah dan permintaan lesu jadi tantangan manufaktur. (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)\n\nKONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pembukaan kembali Selat Hormuz belum memberikan dampak signifikan terhadap industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional. Pelaku usaha memperkirakan harga bahan baku masih membutuhkan waktu setidaknya enam bulan untuk kembali ke level normal seperti sebelum konflik di Timur Tengah.\n\nKetua Umum Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen Indonesia (APSyFI), Redma Gita Wirawasta, mengatakan harga bahan baku sebenarnya telah menunjukkan tren penurunan bahkan sebelum Selat Hormuz kembali dibuka. Namun, level harga saat ini masih berada di atas kondisi sebelum perang.\n\n\"Belum ada pengaruh signifikan, sebelum Selat Hormuz dibuka juga harga bahan baku sudah turun meski belum pada level sebelum perang,\" ujar Redma kepada Kontan, Jumat (19/6/2026).\n\nMenurut Redma, proses normalisasi harga bahan baku tidak hanya bergantung pada kelancaran jalur perdagangan energi global, tetapi juga pemulihan fasilitas produksi petrokimia di kawasan Timur Tengah yang terdampak konflik.\n\nOleh karena itu, pembukaan kembali Selat Hormuz memang dapat membantu memperlancar distribusi minyak dan gas dunia. Meski demikian, dampaknya terhadap harga bahan baku industri diperkirakan tidak akan terjadi secara instan.\n\nBaca Juga: Penumpang Pesawat Naik Saat Libur Sekolah, Harga Tiket Jadi Sulit Turun\n\n\"Prakiraan masih butuh waktu minimal enam bulan sebelum harga kembali normal seperti sebelum perang untuk memperbaiki fasilitas-fasilitas produksi petrokimia di Timur Tengah,\" katanya.\n\nIndustri tekstil menjadi salah satu sektor yang paling sensitif terhadap pergerakan harga produk petrokimia. Pasalnya, sebagian besar bahan baku serat sintetis dan benang filamen yang digunakan berasal dari turunan minyak dan gas.\n\nSelat Hormuz Jadi Sentimen Positif bagi Industri Manufaktur\n\nSementara itu, Wakil Ketua Umum (WKU) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bidang Perindustrian Saleh Husin menilai Selat Hormuz merupakan salah satu jalur utama perdagangan minyak dan gas dunia. Dengan kembali normalnya aktivitas di kawasan tersebut, pasokan energi global berpotensi meningkat sehingga harga minyak, ongkos transportasi, dan premi logistik dapat lebih terkendali.\n\n\"Pembukaan kembali Selat Hormuz merupakan sentimen positif bagi industri manufaktur nasional karena dapat mengurangi tekanan biaya produksi yang selama beberapa bulan terakhir meningkat akibat lonjakan harga energi dan gangguan rantai pasok global,\" ujar Saleh kepada Kontan, Jumat (19/6/2026).\n\nMenurut Saleh, kondisi tersebut akan memberikan manfaat bagi sejumlah industri padat energi seperti petrokimia, pupuk, semen, logam dasar, keramik, dan kaca. Selain itu, distribusi bahan baku impor yang dibutuhkan sektor manufaktur juga berpotensi menjadi lebih lancar.\n\nMeski demikian, ia mengingatkan bahwa dampak positif pembukaan kembali Selat Hormuz tidak akan langsung dirasakan oleh pelaku industri. Sebab, proses normalisasi rantai pasok global membutuhkan waktu sebelum tercermin dalam biaya produksi.\n\nDi sisi lain, kinerja manufaktur nasional masih dipengaruhi berbagai faktor eksternal, mulai dari kondisi permintaan global, ketidakpastian perdagangan internasional, hingga persaingan di pasar ekspor.\n\nKarena itu, Saleh menilai pembukaan kembali Selat Hormuz lebih tepat dipandang sebagai katalis positif yang dapat membantu memperbaiki iklim usaha dan meningkatkan optimisme pelaku industri.\n\n\"Terutama melalui potensi penurunan biaya energi dan logistik yang selama ini menjadi salah satu sumber tekanan utama bagi sektor manufaktur,\" imbuhnya.\n\nPelaku industri pun berharap stabilitas pasokan energi global dan kelancaran rantai pasok dapat terus terjaga guna mendukung daya saing manufaktur nasional di tengah tantangan ekonomi global yang masih berlangsung.\n\nBaca Juga: Wajib Sertifikasi Halal Berlaku Oktober 2026, UMKM Soroti Kendala Biaya\n\nCORE: Pembukaan Selat Hormuz Kurangi Tekanan Biaya, Bukan Solusi Menyeluruh\n\nEkonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, mengatakan gangguan di kawasan Selat Hormuz selama beberapa bulan terakhir telah mendorong kenaikan harga energi sekaligus meningkatkan ketidakpastian rantai pasok global.\n\nMenurutnya, normalisasi jalur pelayaran tersebut berpotensi mengurangi tekanan biaya sehingga pelaku industri memiliki ruang bernapas yang lebih besar. Namun, dampak positifnya diperkirakan tidak akan berlangsung instan karena tantangan manufaktur Indonesia sebagian besar masih bersifat struktural.\n\n\"Pembukaan Selat Hormuz lebih tepat dipandang sebagai faktor yang meringankan tekanan biaya, bukan solusi yang mengubah keadaan secara menyeluruh,\" ujar Yusuf kepada Kontan, Jumat (19/6/2026).\n\nYusuf menjelaskan sektor yang paling cepat merasakan manfaat adalah industri yang sangat bergantung pada energi dan bahan baku berbasis minyak dan gas, seperti industri petrokimia, plastik, serat sintetis, keramik, kaca, hingga baja.\n\nStabilitas pasokan energi global berpotensi menurunkan biaya produksi dan memperbaiki margin keuntungan yang sebelumnya tergerus kenaikan harga bahan baku. Namun demikian, transmisi penurunan harga energi ke tingkat industri membutuhkan waktu.\n\n\"Penurunan harga minyak dunia biasanya tidak langsung tercermin pada harga bahan baku yang dibeli pabrik, sementara normalisasi rantai pasok global juga berlangsung bertahap,\" jelasnya.\n\nPelemahan Rupiah dan Permintaan Lemah Masih Jadi Tantangan\n\nDi sisi lain, Yusuf menilai manfaat dari penurunan harga energi masih dibayangi tekanan nilai tukar rupiah. Sebab, sebagian besar industri manufaktur nasional masih bergantung pada impor bahan baku, komponen, maupun mesin produksi.\n\nSelama nilai tukar rupiah masih berada dalam tekanan, biaya produksi dalam denominasi rupiah tetap tinggi meskipun harga komoditas global mulai mengalami penurunan. Kondisi tersebut membuat peningkatan daya saing industri tidak terjadi secara otomatis.\n\nBaca Juga: CORE: Pembukaan Selat Hormuz Belum Cukup Pulihkan Industri Manufaktur\n\nMenurut Yusuf, hasil akhirnya akan sangat bergantung pada kemampuan penurunan biaya energi dalam mengimbangi kenaikan biaya akibat depresiasi rupiah.\n\nSelain persoalan biaya, tantangan manufaktur juga datang dari sisi permintaan. Tingkat utilisasi di sejumlah sektor masih relatif rendah, yang menunjukkan banyak pabrik belum beroperasi pada kapasitas optimal.\n\nKondisi tersebut mencerminkan bahwa persoalan manufaktur tidak hanya berkaitan dengan mahalnya energi, tetapi juga lemahnya permintaan pasar serta meningkatnya persaingan akibat masuknya produk impor.\n\nTekanan juga semakin besar seiring adanya pengalihan arus perdagangan dari negara-negara yang terdampak perang dagang dan dugaan praktik transshipment. Dalam situasi tersebut, penurunan harga energi hanya membantu dari sisi biaya produksi, sementara persoalan pasar memerlukan kebijakan tersendiri.\n\nYusuf menambahkan, Selat Hormuz bukan merupakan jalur utama ekspor manufaktur Indonesia menuju pasar utama seperti Amerika Serikat dan Eropa. Oleh sebab itu, manfaat logistik yang diperoleh lebih bersifat tidak langsung melalui penurunan premi risiko pengiriman, biaya bahan bakar kapal, dan premi asuransi.\n\n\"Faktor yang lebih menentukan prospek manufaktur ke depan tetap akses pasar ekspor serta kekuatan permintaan, baik dari dalam maupun luar negeri,\" pungkasnya.\n\nCek Berita dan Artikel yang lain di Google News\n\nTag\n\n* Kadin\n\n* pelemahan rupiah\n\n* petrokimia\n\n* APSYFI\n\n* industri tekstil\n\n* Ekonomi Indonesia\n\n* biaya produksi\n\n* Rantai Pasok Global\n\n* CORE Indonesia\n\n* Manufaktur Indonesia\n\n* Harga Bahan Baku\n\n* Selat Hormuz\n\nVideo Terkait\n\nPelemahan Rupiah Berpotensi Tekan Minat Umrah 2026\n\nPelemahan Rupiah Dinilai Bukan Solusi Tingkatkan Ekspor Mebel\n\nIntervensi BI Dinilai Kehabisan Tenaga Hadapi Pelemahan Rupiah",
"source": {
"uri": "industri.kontan.co.id",
"dataType": "news",
"title": "kontan.co.id"
},
"authors": [
{
"uri": "diki_mardiansyah@industri.kontan.co.id",
"name": "Diki Mardiansyah",
"type": "author",
"isAgency": false
}
],
"concepts": [
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Strait_of_Hormuz",
"type": "wiki",
"score": 5,
"label": {
"eng": "Strait of Hormuz"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Fiber",
"type": "wiki",
"score": 5,
"label": {
"eng": "Fiber"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/War",
"type": "wiki",
"score": 5,
"label": {
"eng": "War"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Oil",
"type": "wiki",
"score": 5,
"label": {
"eng": "Oil"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Manufacturing",
"type": "wiki",
"score": 5,
"label": {
"eng": "Manufacturing"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Textile",
"type": "wiki",
"score": 5,
"label": {
"eng": "Textile"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Gas",
"type": "wiki",
"score": 5,
"label": {
"eng": "Gas"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Middle_East",
"type": "loc",
"score": 5,
"label": {
"eng": "Middle East"
},
"location": null
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Energy",
"type": "wiki",
"score": 5,
"label": {
"eng": "Energy"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Industry",
"type": "wiki",
"score": 5,
"label": {
"eng": "Industry"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Petrochemical",
"type": "wiki",
"score": 5,
"label": {
"eng": "Petrochemical"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Chairperson",
"type": "wiki",
"score": 4,
"label": {
"eng": "Chairperson"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Distribution",
"type": "wiki",
"score": 4,
"label": {
"eng": "Distribution"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Indonesian_rupiah",
"type": "wiki",
"score": 4,
"label": {
"eng": "Indonesian rupiah"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Trade",
"type": "wiki",
"score": 4,
"label": {
"eng": "Trade"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Indonesia",
"type": "loc",
"score": 4,
"label": {
"eng": "Indonesia"
},
"location": {
"type": "country",
"label": {
"eng": "Indonesia"
}
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Ceramic",
"type": "wiki",
"score": 3,
"label": {
"eng": "Ceramic"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Logistics",
"type": "wiki",
"score": 3,
"label": {
"eng": "Logistics"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Moon",
"type": "wiki",
"score": 3,
"label": {
"eng": "Moon"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Glass",
"type": "wiki",
"score": 3,
"label": {
"eng": "Glass"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Baku",
"type": "loc",
"score": 3,
"label": {
"eng": "Baku"
},
"location": {
"type": "place",
"label": {
"eng": "Baku"
},
"country": {
"type": "country",
"label": {
"eng": "Azerbaijan"
}
}
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Market_(economics)",
"type": "wiki",
"score": 2,
"label": {
"eng": "Market (economics)"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Cement",
"type": "wiki",
"score": 2,
"label": {
"eng": "Cement"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Europe",
"type": "loc",
"score": 1,
"label": {
"eng": "Europe"
},
"location": null
}
],
"categories": [
{
"uri": "news/Business",
"label": "news/Business",
"wgt": 100
},
{
"uri": "iptc/economy,_business_and_finance/business_information",
"label": "iptc/economy, business and finance/business information",
"wgt": 49
},
{
"uri": "iptc/economy,_business_and_finance/products_and_services/energy_and_resource",
"label": "iptc/economy, business and finance/products and services/energy and resource",
"wgt": 99
}
],
"image": "https://foto.kontan.co.id/A2ORNUX-yoTcQRE2M6IicIvkwP8=/smart/2025/04/15/1380802889p.jpg",
"eventUri": null,
"sentiment": null,
"wgt": 519564319,
"relevance": 1
},
{
"uri": "9363875911",
"lang": "ind",
"isDuplicate": false,
"date": "2026-06-19",
"time": "11:25:17",
"dateTime": "2026-06-19T11:25:17Z",
"dateTimePub": "2026-06-19T11:24:04Z",
"dataType": "news",
"sim": 0,
"url": "https://banjarmasin.tribunnews.com/kalsel/1365698/sidang-lanjutan-dugaan-pemerasan-pejabat-kejari-hsu-tim-hukum-terdakwa-protes-keterangan-saksi",
"title": "Sidang Lanjutan Dugaan Pemerasan Pejabat Kejari HSU, Tim Hukum Terdakwa Protes Keterangan Saksi",
"body": "PEMERASAN PEJABAT- Suasana sidang kasus dugaan pemerasan oleh tiga mantan pejabat Kejari HSU, dengan agenda pemeriksaan saksi_wm\n\nBANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Tiga terdakwa kasus dugaan pemerasan, terhadap sejumlah pejabat di lingkup Pemkab HSU dihadirkan di ruang sidang Pengadilan Tipikor Banjarmasin.\n\nMereka yakni mantan Kajari HSU, Albertinus Parlinggoman Napitupulu, mantan Kasi Intelijen, Asis Budianto dan mantan Kasi Datun, Tri Taruna Fariadi.\n\nKetiganya dihadirkan secara bersamaan, pada sidang pembuktian dengan mengadirkan sejumlah saksi, Kamis (18/6/2026).\n\nDi tengah persidangan, penasihat hukum terdakwa melayangkan interupsi kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU), dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).\n\nBaca juga: Jadi Saksi Dugaan Pemerasan Pejabat Kejari HSU, Kadinkes Yandi Ungkap Pernah Niat Lapor ke Bupati\n\nInterupsi terjadi ketika saksi Mochammad Yandi Friyadi selaku Kepala Dinkes Kabupaten HSU menjelaskan kronologi pertemuannya dengan Kepala Dinas Pendidikan HSU, Rahman Heriadi.\n\nTim penasihat hukum menilai pemeriksaan saksi mulai bergeser dari kapasitasnya, dengan menceritakan pertemuan dengan saksi lainnya.\n\nBerkaitan hal tersebut, penasihat hukum meminta agar pemeriksaan tetap berfokus pada keterangan yang berkaitan langsung dengan kasus perkara.\n\n\"Kami rasa, bahwa keterangan fokus pada saksi ini dihadirkan tidak melebar pada hal yang lain,\" kata Tim Hukum Terdakwa.\n\nMerespon hal itu, Ketua Majelis Hakim Ariyas Dedy menengahi dua belah pihak dengan memberikan penjelasan terkait jalannya pemeriksaan saksi dalam persidangan tersebut.\n\nKetua Majelis Hakim menyatakan bahwa pertanyaan yang diajukan penuntut umum masih berkaitan, dengan kepentingan pembuktian unsur dakwaan.\n\nBerkaitan hal tersebut Hakim Ketua mempersilakan penuntut umum melanjutkan pemeriksaan terhadap saksi.\n\n\"Silakan kalaupun nanti dianggap ada perbedaan, nanti di kesempatan bertanya,\" ucap Ariyas Dedy.\n\nDiberitakan sebelumnya, saksi Yandi mengaku geram dan terpaksa menyerahkan uang total Rp 300 juta karena diancam akan dikasuskan oleh terdakwa Tri Taruna berdasarkan intruksi mantan Kajari HSU, Albertinus.\n\nDi hadapan Majelis Hakim, Yandi membeberkan bahwa dirinya ditekan dengan ancaman penerbitan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) terkait proyek puskesmas, padahal proyek tersebut bersih dari temuan audit BPK.\n\n\"Saya menyerahkan uang tersebut karena ada rasa takut. Dibilang ada laporan masyarakat, terus juga akan dikeluarkan Sprindik,\" ujar Yandi.",
"source": {
"uri": "banjarmasin.tribunnews.com",
"dataType": "news",
"title": "Banjarmasin Post"
},
"authors": [
{
"uri": "muhammad_rahmadi@banjarmasin.tribunnews.com",
"name": "Muhammad Rahmadi",
"type": "author",
"isAgency": false
}
],
"concepts": [
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Blackmail",
"type": "wiki",
"score": 5,
"label": {
"eng": "Blackmail"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Law",
"type": "wiki",
"score": 4,
"label": {
"eng": "Law"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Banjarmasin",
"type": "loc",
"score": 4,
"label": {
"eng": "Banjarmasin"
},
"location": {
"type": "place",
"label": {
"eng": "Banjarmasin"
},
"country": {
"type": "country",
"label": {
"eng": "Indonesia"
}
}
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Varanasi",
"type": "loc",
"score": 4,
"label": {
"eng": "Varanasi"
},
"location": {
"type": "place",
"label": {
"eng": "Varanasi"
},
"country": {
"type": "country",
"label": {
"eng": "India"
}
}
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Intelligence_assessment",
"type": "wiki",
"score": 3,
"label": {
"eng": "Intelligence assessment"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Chairperson",
"type": "wiki",
"score": 2,
"label": {
"eng": "Chairperson"
}
},
{
"uri": "http://id.wikipedia.org/wiki/Bupati",
"type": "wiki",
"score": 2,
"label": {
"eng": "Bupati"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Corruption_Eradication_Commission",
"type": "wiki",
"score": 2,
"label": {
"eng": "Corruption Eradication Commission"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Prosecutor",
"type": "wiki",
"score": 2,
"label": {
"eng": "Prosecutor"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Puskesmas",
"type": "wiki",
"score": 1,
"label": {
"eng": "Puskesmas"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Kami",
"type": "wiki",
"score": 1,
"label": {
"eng": "Kami"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Indonesian_rupiah",
"type": "wiki",
"score": 1,
"label": {
"eng": "Indonesian rupiah"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Money",
"type": "wiki",
"score": 1,
"label": {
"eng": "Money"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Surat",
"type": "loc",
"score": 1,
"label": {
"eng": "Surat"
},
"location": {
"type": "place",
"label": {
"eng": "Surat"
},
"country": {
"type": "country",
"label": {
"eng": "India"
}
}
}
}
],
"categories": [
{
"uri": "news/Politics",
"label": "news/Politics",
"wgt": 52
}
],
"image": "https://asset.tribunnews.com/r0Xe24jLNxFRp3DEfqg8Nu2lQ4s=/1200x675/filters:upscale():quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/sidang-kasus-dugaan-pemerasan-oleh-tiga-mantan-pejabat-Kejari-HSU.jpg",
"eventUri": null,
"sentiment": null,
"wgt": 519564317,
"relevance": 1
},
{
"uri": "9363875830",
"lang": "ind",
"isDuplicate": false,
"date": "2026-06-19",
"time": "11:25:17",
"dateTime": "2026-06-19T11:25:17Z",
"dateTimePub": "2026-06-19T11:23:53Z",
"dataType": "news",
"sim": 0.6000000238418579,
"url": "https://www.antaranews.com/berita/5614977/apkasindo-ganoderma-dan-anjloknya-harga-tbs-ancam-sawit-rakyat",
"title": "Apkasindo: Ganoderma dan anjloknya harga TBS ancam sawit rakyat",
"body": "Perusahaan yang sengaja menekan harga dengan alasan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan harus ditindak tegas. Langkahnya bisa melalui pembentukan satgas hingga pencabutan izin usaha\n\nJakarta (ANTARA) - Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) menyoroti dua ancaman besar yang dialami perkebunan sawit rakyat, yakni serangan penyakit ganoderma dan anjloknya harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di berbagai daerah.\n\nKetua Umum DPP Apkasindo Gulat Medali Emas Manurung mengungkapkan penyebaran penyakit ganoderma mulai mengancam kebun - kebun sawit rakyat di sejumlah daerah.\n\n\"Ganoderma merupakan penyakit yang sangat berbahaya karena menyerang bagian akar dan batang tanaman tanpa gejala yang mudah dikenali petani,\" ujar dia dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.\n\nBerbeda dengan serangan kumbang tanduk yang dapat terlihat secara kasat mata, lanjut dia ganoderma bekerja secara perlahan hingga menyebabkan tanaman layu dan mati.\n\n\"Ganoderma ini pembunuh berdarah dingin. Tidak tampak seperti hama lainnya, tetapi bisa membuat tanaman layu dan mati dalam waktu relatif singkat,\" tegasnya dalam Workshop \"Pemberdayaan Petani Sawit dalam Pengendalian Ganoderma dan Kumbang Tanduk untuk Keberlanjutan Perkebunan Sawit\" di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur.\n\nGulat mengingatkan bahwa sejumlah sentra perkebunan sawit di Kalimantan Timur mulai melaporkan peningkatan serangan penyakit tersebut, sehingga diperlukan langkah antisipasi sejak dini.\n\nTerkait anjloknya harga TBS yang dalam beberapa pekan terakhir membuat petani sawit merugi, menurut dia salah satu penyebab utamanya adalah tidak berjalannya tender harian minyak sawit mentah (CPO) di Kantor Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN).\n\nKetika tender mengalami withdrawal atau gagal transaksi secara berulang, tambahnya, pasar kehilangan referensi harga yang selama ini menjadi acuan dalam pembentukan harga TBS.\n\nBaca juga: Asosiasi Petani Sawit dukung DSI dan minta harga TBS segera dipulihkan\n\nBaca juga: Wamentan Sudaryono pastikan petani dan pelaku usaha sawit terlindungi\n\nDikatakannya, dampak terbesar dirasakan petani swadaya yang menguasai sekitar 93 persen dari total 6,8 juta hektare kebun sawit rakyat. Tanpa referensi harga yang jelas, pabrik kelapa sawit komersial memiliki ruang lebih besar menentukan harga pembelian TBS.\n\nSedangkan petani plasma yang hanya sekitar tujuh persen masih memiliki perlindungan melalui mekanisme penetapan harga pemerintah daerah, lanjutnya, tetap terdampak karena formula harga mengacu pada tren harga CPO sebelumnya yang telah mengalami penurunan.\n\nOleh karena itu, Apkasindo mendesak pemerintah segera mengaktifkan kembali Bursa CPO Indonesia serta memastikan tender KPBN berjalan normal agar tercipta transparansi harga yang adil bagi petani.\n\nSelain itu, asosiasi juga mendukung langkah pemerintah untuk menindak tegas pabrik kelapa sawit (PKS) yang membeli TBS petani di bawah harga kewajaran.\n\n\"Perusahaan yang sengaja menekan harga dengan alasan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan harus ditindak tegas. Langkahnya bisa melalui pembentukan satgas hingga pencabutan izin usaha,\" ujar Gulat .\n\nSementara itu, Ketua DPW Apkasindo Kalimantan Timur, Betman Siahaan mengungkapkan Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Paser menjadi wilayah yang paling terdampak serangan ganoderma dan kumbang tanduk.\n\nIa menilai masih banyak petani yang belum memahami gejala awal penyakit Ganoderma sehingga penanganannya sering terlambat.\n\n\"Banyak petani mengira tanaman mati karena tersambar petir, padahal penyebab sebenarnya adalah infeksi jamur pada akar dan batang,\" ujar dia dalam kegiatan yang didukung oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) itu.\n\nMenyinggung penurunan harga TBS di Kalimantan Timur berdasarkan hasil rapat nasional Apkasindo, harga TBS yang sebelumnya berada di kisaran Rp3.000 per kilogram sempat anjlok hingga Rp1.200 per kilogram.\n\nPada harga tersebut, tambahnya, sebagian besar pendapatan petani habis untuk biaya panen dan transportasi yang mencapai sekitar Rp1.000 per kilogram.\n\n\"Keuntungan bersih petani hanya sekitar Rp200 per kilogram. Banyak petani akhirnya memilih menunda panen karena tidak lagi ekonomis,\" ujarnya.\n\nKondisi tersebut juga berdampak pada pelaku usaha pengumpul atau RAM yang mengalami kerugian besar akibat stok sawit menumpuk saat harga turun secara mendadak.\n\nApkasindo Kaltim menilai sejumlah PKS menerapkan pembatasan pembelian melalui sistem kuota meskipun harga CPO tidak mengalami penurunan signifikan.\n\nOleh karena itu, asosiasi mendorong penerapan satu harga TBS secara nasional dan percepatan pembentukan BUMN pengiriman CPO untuk mengurangi praktik monopoli tata niaga sawit.\n\nBaca juga: Apkasindo harapkan pemerintah beri dukungan pabrik sawit tanpa kebun\n\nBaca juga: Apkasindo: Penguatan sektor hulu kunci suksesnya hilirisasi sawit\n\nPewarta: Subagyo\n\nEditor: Agus Salim\n\nCopyright © ANTARA 2026\n\nDilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.",
"source": {
"uri": "antaranews.com",
"dataType": "news",
"title": "ANTARA News - The Indonesian News Agency"
},
"authors": [],
"concepts": [
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Ganoderma",
"type": "wiki",
"score": 5,
"label": {
"eng": "Ganoderma"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Tokyo_Broadcasting_System",
"type": "org",
"score": 5,
"label": {
"eng": "Tokyo Broadcasting System"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Orchard",
"type": "wiki",
"score": 5,
"label": {
"eng": "Orchard"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Plantation",
"type": "wiki",
"score": 5,
"label": {
"eng": "Plantation"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Crop",
"type": "wiki",
"score": 5,
"label": {
"eng": "Crop"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Palm_oil",
"type": "wiki",
"score": 5,
"label": {
"eng": "Palm oil"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Coconut",
"type": "wiki",
"score": 5,
"label": {
"eng": "Coconut"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Farmer",
"type": "wiki",
"score": 5,
"label": {
"eng": "Farmer"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Wrestling",
"type": "wiki",
"score": 5,
"label": {
"eng": "Wrestling"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Disease",
"type": "wiki",
"score": 5,
"label": {
"eng": "Disease"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Jakarta",
"type": "loc",
"score": 5,
"label": {
"eng": "Jakarta"
},
"location": {
"type": "place",
"label": {
"eng": "Jakarta"
},
"country": {
"type": "country",
"label": {
"eng": "Indonesia"
}
}
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/East_Kalimantan",
"type": "loc",
"score": 4,
"label": {
"eng": "East Kalimantan"
},
"location": {
"type": "place",
"label": {
"eng": "East Kalimantan"
},
"country": {
"type": "country",
"label": {
"eng": "Indonesia"
}
}
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Indonesia",
"type": "loc",
"score": 4,
"label": {
"eng": "Indonesia"
},
"location": {
"type": "country",
"label": {
"eng": "Indonesia"
}
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Penajam_North_Paser_Regency",
"type": "loc",
"score": 3,
"label": {
"eng": "Penajam North Paser Regency"
},
"location": null
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Chairperson",
"type": "wiki",
"score": 3,
"label": {
"eng": "Chairperson"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Inflorescence",
"type": "wiki",
"score": 3,
"label": {
"eng": "Inflorescence"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Democratic_Progressive_Party",
"type": "org",
"score": 3,
"label": {
"eng": "Democratic Progressive Party"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Root",
"type": "wiki",
"score": 3,
"label": {
"eng": "Root"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Fruit",
"type": "wiki",
"score": 3,
"label": {
"eng": "Fruit"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Eye",
"type": "wiki",
"score": 3,
"label": {
"eng": "Eye"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Pest_(organism)",
"type": "wiki",
"score": 3,
"label": {
"eng": "Pest (organism)"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Market_(economics)",
"type": "wiki",
"score": 2,
"label": {
"eng": "Market (economics)"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Nusantara",
"type": "wiki",
"score": 2,
"label": {
"eng": "Nusantara"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Factory",
"type": "wiki",
"score": 2,
"label": {
"eng": "Factory"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Hectare",
"type": "wiki",
"score": 2,
"label": {
"eng": "Hectare"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Marketing",
"type": "wiki",
"score": 2,
"label": {
"eng": "Marketing"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Bursa",
"type": "loc",
"score": 2,
"label": {
"eng": "Bursa"
},
"location": {
"type": "place",
"label": {
"eng": "Bursa"
},
"country": {
"type": "country",
"label": {
"eng": "Turkey"
}
}
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Paser_Regency",
"type": "loc",
"score": 1,
"label": {
"eng": "Paser Regency"
},
"location": {
"type": "place",
"label": {
"eng": "Paser Regency"
},
"country": {
"type": "country",
"label": {
"eng": "Indonesia"
}
}
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Agus_Salim",
"type": "person",
"score": 1,
"label": {
"eng": "Agus Salim"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Prosperous_Justice_Party",
"type": "org",
"score": 1,
"label": {
"eng": "Prosperous Justice Party"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Antara_(news_agency)",
"type": "org",
"score": 1,
"label": {
"eng": "Antara (news agency)"
}
}
],
"categories": [
{
"uri": "news/Business",
"label": "news/Business",
"wgt": 97
},
{
"uri": "iptc/economy,_business_and_finance/products_and_services/agriculture",
"label": "iptc/economy, business and finance/products and services/agriculture",
"wgt": 99
}
],
"image": "https://cdn.antaranews.com/cache/1200x800/2026/05/19/WhatsApp-Image-2026-05-19-at-15.50.55.jpeg",
"eventUri": "ind-1185780",
"sentiment": null,
"wgt": 519564317,
"relevance": 1
},
{
"uri": "9363875688",
"lang": "ind",
"isDuplicate": false,
"date": "2026-06-19",
"time": "11:25:11",
"dateTime": "2026-06-19T11:25:11Z",
"dateTimePub": "2026-06-19T11:08:16Z",
"dataType": "news",
"sim": 0,
"url": "https://palu.tribunnews.com/sulteng/187961/yuk-kenalan-sama-program-studi-di-politeknik-agraria-stpn",
"title": "Yuk, Kenalan sama Program Studi di Politeknik Agraria STPN",
"body": "MPRP yang menekankan pada penataan ruang, kebijakan publik, dan administrasi pertanahan; KMPT yang fokus pada layanan pendaftaran tanah, pengelolaan data.\n\nTRIBUNPALU.COM - Menentukan program studi (prodi) menjadi salah satu keputusan penting bagi siswa yang akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.\n\nNamun, tidak sedikit yang masih merasa bingung karena belum memahami bidang yang ingin ditekuni maupun prospek karier yang dapat diraih setelah lulus.\n\nBagi siswa yang memiliki minat dalam bidang agraria/pertanahan, dan tata ruang, Politeknik Agraria Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) bisa menjadi salah satu pilihan.\n\nPerguruan tinggi yang berada di bawah naungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) ini menawarkan empat prodi yang dirancang untuk menjawab kebutuhan sumber daya manusia di bidang pertanahan, pengukuran dan pemetaan, tata ruang, serta pengelolaan administrasi pertanahan.\n\nBaca juga: Kakanwil BPN Sulteng Tinjau Layanan Kantah Kota Palu, Pastikan Layanan Pertanahan Berjalan Optimal\n\nProdi Sarjana Terapan Survei dan Pemetaan Informasi Pertanahan (SPIP)\n\nBagi calon mahasiswa yang memiliki ketertarikan pada bidang pengukuran, pemetaan, teknologi geospasial, serta kemampuan analitis yang baik.\n\nProgram studi ini banyak mempelajari materi yang berkaitan dengan matematika, fisika, pengolahan data, gambar teknik, dan teknologi pemetaan.\n\nKarena itu, lulusan SMA dengan kemampuan yang kuat di bidang IPA umumnya lebih mudah mengikuti perkuliahan.\n\nSelain itu, lulusan SMK yang relevan, seperti Geomatika, Geologi, Komputer, dan bidang terkait lainnya, juga memiliki peluang yang baik untuk berkembang di program studi ini.\n\nBaca juga: Kepala BNPB Pastikan Hunian Sementara untuk Korban Gempa Sigi Segera Dibangun\n\nSelama perkuliahan, mahasiswa akan mempelajari berbagai kompetensi di bidang survei dan pemetaan, mulai dari teknik pengukuran tanah, pengolahan data spasial, pemetaan digital, Sistem Informasi Geografis (SIG), fotogrametri, hingga penyajian informasi pertanahan berbasis teknologi.\n\nSalah satu taruna yang memilih prodi SPIP adalah Dandi Resando. Ia tertarik pada program studi ini karena memadukan kegiatan lapangan dengan pemanfaatan teknologi modern dalam proses pengukuran dan pemetaan.\n\n\"Kami tidak hanya belajar teori, tetapi juga terjun langsung melakukan pengukuran dan pemetaan di lapangan. Saya tertarik dengan penggunaan teknologi geospasial yang terus berkembang dan memiliki peran penting dalam pembangunan serta pengelolaan pertanahan,\" katanya.",
"source": {
"uri": "palu.tribunnews.com",
"dataType": "news",
"title": "Tribun Palu"
},
"authors": [],
"concepts": [
{
"uri": "http://id.wikipedia.org/wiki/Tata_Ruang",
"type": "wiki",
"score": 4,
"label": {
"eng": "Tata Ruang"
}
},
{
"uri": "http://id.wikipedia.org/wiki/Badan_Pertanahan_Nasional",
"type": "wiki",
"score": 4,
"label": {
"eng": "Badan Pertanahan Nasional"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Technical_school",
"type": "wiki",
"score": 4,
"label": {
"eng": "Technical school"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Higher_education",
"type": "wiki",
"score": 4,
"label": {
"eng": "Higher education"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/KMPT",
"type": "wiki",
"score": 3,
"label": {
"eng": "KMPT"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Education",
"type": "wiki",
"score": 3,
"label": {
"eng": "Education"
}
},
{
"uri": "http://id.wikipedia.org/wiki/Kementerian_Agraria_dan_Tata_Ruang_Republik_Indonesia",
"type": "wiki",
"score": 2,
"label": {
"eng": "Kementerian Agraria dan Tata Ruang Republik Indonesia"
}
},
{
"uri": "http://id.wikipedia.org/wiki/Mahasiswa",
"type": "wiki",
"score": 2,
"label": {
"eng": "Mahasiswa"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Mathematics",
"type": "wiki",
"score": 2,
"label": {
"eng": "Mathematics"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Physics",
"type": "wiki",
"score": 2,
"label": {
"eng": "Physics"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Bachelor's_degree",
"type": "wiki",
"score": 2,
"label": {
"eng": "Bachelor's degree"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Engineering",
"type": "wiki",
"score": 2,
"label": {
"eng": "Engineering"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Matter",
"type": "wiki",
"score": 2,
"label": {
"eng": "Matter"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Technology",
"type": "wiki",
"score": 2,
"label": {
"eng": "Technology"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Human_resources",
"type": "org",
"score": 2,
"label": {
"eng": "Human resources"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Palu",
"type": "loc",
"score": 2,
"label": {
"eng": "Palu"
},
"location": {
"type": "place",
"label": {
"eng": "Palu"
},
"country": {
"type": "country",
"label": {
"eng": "Indonesia"
}
}
}
},
{
"uri": "http://id.wikipedia.org/wiki/Survei",
"type": "wiki",
"score": 1,
"label": {
"eng": "Survei"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Indonesian_National_Board_for_Disaster_Management",
"type": "wiki",
"score": 1,
"label": {
"eng": "Indonesian National Board for Disaster Management"
}
},
{
"uri": "http://id.wikipedia.org/wiki/Sekolah_menengah_kejuruan",
"type": "wiki",
"score": 1,
"label": {
"eng": "Sekolah menengah kejuruan"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Geomatics",
"type": "wiki",
"score": 1,
"label": {
"eng": "Geomatics"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Kami",
"type": "wiki",
"score": 1,
"label": {
"eng": "Kami"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Photogrammetry",
"type": "wiki",
"score": 1,
"label": {
"eng": "Photogrammetry"
}
}
],
"categories": [
{
"uri": "iptc/economy,_business_and_finance/business_information",
"label": "iptc/economy, business and finance/business information",
"wgt": 90
}
],
"image": "https://asset.tribunnews.com/K1zt_Lc2233Xk5rKPlaqLxS-t_Y=/1200x675/filters:upscale():quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/udf09a-u89adud89a.jpg",
"eventUri": null,
"sentiment": null,
"wgt": 519564311,
"relevance": 1
},
{
"uri": "9363875099",
"lang": "ind",
"isDuplicate": false,
"date": "2026-06-19",
"time": "11:24:36",
"dateTime": "2026-06-19T11:24:36Z",
"dateTimePub": "2026-06-19T11:21:14Z",
"dataType": "news",
"sim": 0.8901960849761963,
"url": "https://www.harianterbit.com/ekonomi/27417269252/sinar-mas-land-raih-penghargaan-ke-12-dalam-ajang-fiabci-world-prix-dexcellence-awards-2026",
"title": "Sinar Mas Land Raih Penghargaan Ke 12 dalam Ajang FIABCI World Prix dExcellence Awards 2026",
"body": "HARIANTERBIT.com - Sinar Mas Land kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu pengembang properti terkemuka di Indonesia melalui capaian penghargaan prestisius dalam ajang FIABCI World Prix dExcellence Awards 2026, yang digelar pada Kamis, 11 Juni 2026 di Hofburg Vienna, Austria.\n\nMelalui proyek unggulannya, BSD City, perusahaan berhasil meraih predikat Silver Winner dalam kategori Masterplan, sebuah penghargaan yang diberikan kepada proyek pengembangan kawasan berskala besar dengan perencanaan konseptual dan implementasi yang komprehensif.\n\nFIABCI World Prix dExcellence Awards merupakan ajang penghargaan properti bergengsi tingkat internasional yang diselenggarakan oleh FIABCI (Fédération Internationale des Administrateurs de Bien-Conseils Immobiliers) atau Federasi Real Estate Internasional.\n\nBaca Juga: BPJPH Libatkan Pemda Bangun Ekosistem Halal untuk Perkuat Daya Saing UMK\n\nPenghargaan ini memberikan apresiasi kepada mahakarya properti terbaik dunia yang dinilai unggul dari berbagai aspek, mulai dari konsep pengembangan, implementasi, keberlanjutan, inovasi, hingga kontribusinya terhadap masyarakat dan lingkungan.\n\nHerry Hendarta, Deputy Group CEO Strategy Development and Assets Sinar Mas Land mengatakan, penghargaan dari FIABCI World Prix dExcellence Awards 2026 ini menjadi bukti bahwa perencanaan dan pengembangan BSD City sebagai mega township yang dilakukan secara konsisten telah memenuhi standar kualitas dan keberlanjutan yang diakui secara internasional.\n\nBaca Juga: Gerak Cepat URC Satreskrim Polres Pelalawan, Kurang dari 12 Jam Berhasil Ringkus Perampok Sadis yang Tikam Kasir Puluhan Kali\n\nSaat ini, katanya, BSD City telah berkembang menjadi rumah bagi institusi pendidikan berstandar internasional, pusat inovasi dan teknologi, kawasan bisnis, fasilitas kesehatan modern, serta ruang terbuka hijau yang mendukung kualitas hidup masyarakat.\n\n\"Penghargaan ini memotivasi kami untuk terus menghadirkan inovasi dalam pengembangan kawasan kota mandiri, yang dapat meningkatkan kualitas hidup penghuni serta mendorong nilai ekonomi, sosial, dan lingkungan kawasan secara berkelanjutan,\" ujar Herry Hendarta dikutip Jumat, 19 Juni 2026.\n\nSinar Mas Land melalui BSD City terus berinovasi dalam mengembangkan mega township yang mengusung konsep live, learn, work, play, shop, and dine berbasis smart city. Perencanaan kawasan yang terintegrasi memungkinkan masyarakat memenuhi berbagai kebutuhan dalam satu ekosistem yang saling terhubung, mulai dari hunian, pusat bisnis, institusi pendidikan, layanan kesehatan, hingga fasilitas rekreasi dan gaya hidup.\n\nBaca Juga: Sustainability Report 2025: Tegaskan Komitmen TelkomGroup Perkuat Transformasi Bisnis dan ESG untuk Pertumbuhan Berkelanjutan\n\nSejalan dengan komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan, BSD City juga mengimplementasikan berbagai inisiatif ramah lingkungan, seperti pemanfaatan energi terbarukan, pengelolaan sumber daya air, serta penyediaan ruang terbuka hijau yang luas untuk menjaga keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian lingkungan.\n\nMelalui pendekatan tersebut, BSD City tidak hanya menghadirkan kawasan hunian, tetapi juga membangun ekosistem perkotaan yang mendukung kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.\n\nPengembangan BSD City sebagai integrated smart digital city didukung berbagai infrastruktur dan solusi berbasis teknologi seperti jaringan fiber optik berkapasitas tinggi, implementasi Internet of Things (IoT), sistem keamanan, monitoring kawasan berbasis digital, hingga pengembangan layanan kota berbasis data.",
"source": {
"uri": "harianterbit.com",
"dataType": "news",
"title": "harianterbit.com"
},
"authors": [
{
"uri": "anugrah_tri_hapsoro_aji@harianterbit.com",
"name": "Anugrah Tri Hapsoro Aji",
"type": "author",
"isAgency": false
}
],
"concepts": [
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Sinar_Mas_Land",
"type": "org",
"score": 5,
"label": {
"eng": "Sinar Mas Land"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Bumi_Serpong_Damai",
"type": "wiki",
"score": 5,
"label": {
"eng": "Bumi Serpong Damai"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Property",
"type": "wiki",
"score": 5,
"label": {
"eng": "Property"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Biophysical_environment",
"type": "wiki",
"score": 3,
"label": {
"eng": "Biophysical environment"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Sustainability",
"type": "wiki",
"score": 3,
"label": {
"eng": "Sustainability"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Ecosystem",
"type": "wiki",
"score": 3,
"label": {
"eng": "Ecosystem"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Corporation",
"type": "wiki",
"score": 3,
"label": {
"eng": "Corporation"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Vienna",
"type": "loc",
"score": 3,
"label": {
"eng": "Vienna"
},
"location": {
"type": "place",
"label": {
"eng": "Vienna"
},
"country": {
"type": "country",
"label": {
"eng": "Austria"
}
}
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Indonesia",
"type": "loc",
"score": 3,
"label": {
"eng": "Indonesia"
},
"location": {
"type": "country",
"label": {
"eng": "Indonesia"
}
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Austria",
"type": "loc",
"score": 3,
"label": {
"eng": "Austria"
},
"location": {
"type": "country",
"label": {
"eng": "Austria"
}
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Education",
"type": "wiki",
"score": 2,
"label": {
"eng": "Education"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Business",
"type": "wiki",
"score": 2,
"label": {
"eng": "Business"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Health",
"type": "wiki",
"score": 2,
"label": {
"eng": "Health"
}
},
{
"uri": "http://id.wikipedia.org/wiki/Sosial",
"type": "wiki",
"score": 1,
"label": {
"eng": "Sosial"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Digital_data",
"type": "wiki",
"score": 1,
"label": {
"eng": "Digital data"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Recreation",
"type": "wiki",
"score": 1,
"label": {
"eng": "Recreation"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Optical_fiber",
"type": "wiki",
"score": 1,
"label": {
"eng": "Optical fiber"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Environmentally_friendly",
"type": "wiki",
"score": 1,
"label": {
"eng": "Environmentally friendly"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Sustainable_development",
"type": "wiki",
"score": 1,
"label": {
"eng": "Sustainable development"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Lifestyle_(sociology)",
"type": "wiki",
"score": 1,
"label": {
"eng": "Lifestyle (sociology)"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Computer_network",
"type": "wiki",
"score": 1,
"label": {
"eng": "Computer network"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Infrastructure",
"type": "wiki",
"score": 1,
"label": {
"eng": "Infrastructure"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Renewable_energy",
"type": "wiki",
"score": 1,
"label": {
"eng": "Renewable energy"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Economy",
"type": "wiki",
"score": 1,
"label": {
"eng": "Economy"
}
}
],
"categories": [
{
"uri": "iptc/economy,_business_and_finance/business_information",
"label": "iptc/economy, business and finance/business information",
"wgt": 100
}
],
"image": "https://static.promediateknologi.id/crop/0x0:0x0/1200x0/webp/photo/p1/274/2026/06/19/Foto-2-Pengembangan-BSD-City-3461044217.jpg",
"eventUri": "ind-1186787",
"sentiment": null,
"wgt": 519564276,
"relevance": 1
},
{
"uri": "9363875113",
"lang": "ind",
"isDuplicate": false,
"date": "2026-06-19",
"time": "11:24:36",
"dateTime": "2026-06-19T11:24:36Z",
"dateTimePub": "2026-06-19T11:10:49Z",
"dataType": "news",
"sim": 0.7019608020782471,
"url": "https://ekbis.sindonews.com/read/1719399/178/buru-puma-speedcat-ballet-di-bri-consumer-expo-2026-dapat-gift-card-rp250-ribu-plus-tambahan-bonus-1781867170",
"title": "Buru Puma Speedcat Ballet di BRI Consumer Expo 2026, Dapat Gift Card Rp250 Ribu Plus Tambahan Bonus!",
"body": "Menjelang pertengahan tahun, tren dunia fashion kembali menghadirkan kejutan menarik bagi para pecinta gaya hidup urban. Koleksi sepatu yang menggabungkan estetika sporty dan keanggunan ballet kini menjadi primadona yang paling banyak dibicarakan oleh para fashion enthusiast di berbagai kota besar.\n\nBagi warga Makassar dan sekitarnya, kini saatnya menyempurnakan koleksi pribadi dengan produk yang sedang menjadi incaran utama para kolektor global.\n\nKabar gembira ini hadir melalui kolaborasi eksklusif antara BRI dan JD Sports Trans Studio Makassar, yang menawarkan pengalaman belanja premium dengan keuntungan finansial yang melimpah. Simak detail lengkapnya karena kesempatan istimewa ini hanya berlangsung selama tiga hari saja!\n\nEksklusif Hanya 3 Hari: 19-21 Juni 2026\n\nBagi Anda yang berdomisili di Makassar, Maros, Gowa, Takalar, dan wilayah Sulawesi Selatan sekitarnya, ajang BRI Consumer Expo Makassar menjadi destinasi wajib yang tidak boleh dilewatkan. Periode promo ini sangat singkat, mulai 19 hingga 21 Juni 2026.\n\nKetersediaan Puma Speedcat Ballet sangat terbatas, hanya untuk 100 orang tercepat yang bisa bawa pulang sneaker idaman ini.\n\nBelanja Lebih Untung dengan BRI Kartu Kredit\n\nBRI Kartu Kredit hadir sebagai financial partner yang mendukung gaya hidup modern, praktis, dan aspiratif bagi profesional muda, keluarga muda, maupun kalangan emerging affluent.\n\nSelama periode BRI Consumer Expo, setiap transaksi menggunakan BRI Kartu Kredit di JD Sports Trans Studio Makassar akan memberikan keuntungan tambahan .",
"source": {
"uri": "ekbis.sindonews.com",
"dataType": "news",
"title": "SINDOnews.com"
},
"authors": [
{
"uri": "atik_untari@ekbis.sindonews.com",
"name": "Atik Untari",
"type": "author",
"isAgency": false
}
],
"concepts": [
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Bank_Rakyat_Indonesia",
"type": "org",
"score": 4,
"label": {
"eng": "Bank Rakyat Indonesia"
}
},
{
"uri": "http://id.wikipedia.org/wiki/Puma_AG",
"type": "wiki",
"score": 3,
"label": {
"eng": "Puma AG"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Buru_(disambiguation)",
"type": "wiki",
"score": 3,
"label": {
"eng": "Buru (disambiguation)"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Shoe",
"type": "wiki",
"score": 3,
"label": {
"eng": "Shoe"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Makassar",
"type": "loc",
"score": 3,
"label": {
"eng": "Makassar"
},
"location": {
"type": "place",
"label": {
"eng": "Makassar"
},
"country": {
"type": "country",
"label": {
"eng": "Indonesia"
}
}
}
},
{
"uri": "http://id.wikipedia.org/wiki/Trans_Studio_Makassar",
"type": "wiki",
"score": 2,
"label": {
"eng": "Trans Studio Makassar"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/JD_Sports",
"type": "org",
"score": 2,
"label": {
"eng": "JD Sports"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Finance",
"type": "wiki",
"score": 2,
"label": {
"eng": "Finance"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Takalar_Regency",
"type": "loc",
"score": 1,
"label": {
"eng": "Takalar Regency"
},
"location": {
"type": "place",
"label": {
"eng": "Takalar Regency"
},
"country": {
"type": "country",
"label": {
"eng": "Indonesia"
}
}
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Maros_Regency",
"type": "loc",
"score": 1,
"label": {
"eng": "Maros Regency"
},
"location": {
"type": "place",
"label": {
"eng": "Maros Regency"
},
"country": {
"type": "country",
"label": {
"eng": "Indonesia"
}
}
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Gowa_Regency",
"type": "loc",
"score": 1,
"label": {
"eng": "Gowa Regency"
},
"location": {
"type": "place",
"label": {
"eng": "Gowa Regency"
},
"country": {
"type": "country",
"label": {
"eng": "Indonesia"
}
}
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/Credit_card",
"type": "wiki",
"score": 1,
"label": {
"eng": "Credit card"
}
},
{
"uri": "http://en.wikipedia.org/wiki/South_Sulawesi",
"type": "loc",
"score": 1,
"label": {
"eng": "South Sulawesi"
},
"location": {
"type": "place",
"label": {
"eng": "South Sulawesi"
},
"country": {
"type": "country",
"label": {
"eng": "Indonesia"
}
}
}
}
],
"categories": [
{
"uri": "news/Business",
"label": "news/Business",
"wgt": 82
},
{
"uri": "iptc/economy,_business_and_finance",
"label": "iptc/economy, business and finance",
"wgt": 89
},
{
"uri": "iptc/arts,_culture,_entertainment_and_media/arts_and_entertainment",
"label": "iptc/arts, culture, entertainment and media/arts and entertainment",
"wgt": 75
}
],
"image": "https://pict.sindonews.com/dyn/850/pena/news/2026/06/19/178/1719399/buru-puma-speedcat-ballet-di-bri-consumer-expo-2026-dapat-gift-card-rp250-ribu-plus-tambahan-bonus-mut.jpg",
"eventUri": "ind-1186293",
"sentiment": null,
"wgt": 519564276,
"relevance": 1
}
],
"totalResults": 314482,
"page": 1,
"count": 10,
"pages": 31449
}
}